Google Custom Search Engine

Saturday, June 21, 2008

6 Langkah Memulai Usaha/Bisnis di Rumah

Beberapa langkah-langkah umum untuk dapat memulai bisnis atau usaha di rumah:

1. Mencari ide: ubah kegemaran menjadi peluang berbisnis

Contoh sederhana:

Anda hobi menonton dan mengkoleksi DVD/VCD? Nah .. dengan hobi anda ini maka dapat terbuka peluang usaha Rental/penyewaan DVD/VCD. Dengan demikian maka anda akan dapat menghasilkan keuntungan ganda. Yakni: anda tetap dapat menjalankan hobi menonton film dengan membeli DVD/VCD; di sisi lain anda dapat memiliki penghasilan dengan menyewakannya...

2. Utarakan keinginan Anda pada keluarga di rumah

Komunikasikan keinginan anda pada orang tua, suami, istri, anak-anak, maupun saudara tercinta. Minta persetujuan mereka karena ini sangat penting. Beberapa ruangan (mungkin) akan kehilangan privasinya, sehingga seluruh anggota keluarga rumah harus dapat terbiasa dan memberikan dukungannya.

3. Cari tahu tentang jasa/produk yang ingin Anda jadikan bisnis.

Setelah mantap dengan ide bisnis yang akan dikembangkan, cari tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang patut dihindari. Lakukan riset kecil-kecilan. Contoh: jika anda ingin bisnis pulsa, maka coba terlebih dahulu anda beli pulsa pada penjual pulsa yang menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan rumahnya sebagai tempat usaha. Lakukan pembicaraan ringan tentang bagaimana perjalanan usahanya, dari mulai menjalankan sampai dengan hambatan-hambatan yang ditemukan.

4. Membuat rencana bisnis (business plan)

Duduklah dengan tenang dan mulailah membuat business plan.

Apa dan bagaimana yang harus dilakukan untuk dapat menjalankan bisnis tersebut?

Perkirakan kebutuhan biaya

Perkirakan margin keuntungan yang akan dihasilkan

Semua itu harus direncanakan berdasarkan waktu. Kapan akan dimulai, kapan kira-kira akan balik modal, sampai hal terkecil yakni jam berapa kita akan membuka dan menutup usaha setiap harinya.

5. Pemasaran

Anda dapat melakukan pemasaran secara sederhana maupun yang lebih kompleks. Dimulai dari pemasaran dari mulut ke mulut (mulai dari saudara, tetangga, teman), pemasangan media luar ruang (pamflet, spanduk), sampai dengan pemanfaatan teknologi informasi (internet, blog, dll).

6. Izin Usaha

Demi kenyamanan dan keamanan bisnis kita, maka terlebih dahulu kita harus memiliki izin usaha dari instansi terkait. Tapi untuk anda yang memiliki rumah yang masih berada di wilayah perkampungan/pedesaan, maka hal ini tidak mutlak diperlukan. Biasanya ini diperlukan pada rumah yang berada pada kawasan perkotaan.

Catatan dari Kang Boeditea:

Ok dah mulai tertarik nih untuk berbisnis di rumah??? Jangan cuma tertarik..!! fikirkan dan renungkan sejenak.. kemudian LAKUKAN SEKARANG ATAU ORANG LAIN YANG AKAN MENDAHULUI DAN MENGAMBIL IDE ANDA!!! Maka penyesalan menjadi tiada arti...

Yang terpenting lagi adalah mental dan kesabaran untuk tidak terlalu cepat mengharap untung, belajar dari pengalaman dan kesalahan, selalu jaga/pelihara kepuasan konsumen. Kepuasan pelanggan/konsumen tercapai pada saat terjadinya pembelian ulang (repeat order).

Sumber: diolah dari Priandarini, Lucia. Panduan Lengkap Memulai dan Mengelola Usaha di Rumah. Transmedia. Jakarta. 2007

17 comments:

ririn said...

wah, sip lah,om boedita.. tips2nya oke,, eh, om boedi buka pelatihan entrepreneur aja,, sekarang lagi tren loh,, anak2 kecil, remaja2.. pada belajar binis..kayak kursus entrepreneur gitu.. sip,sip,,

astrid savitri said...

wah cocok banget nih postingannya..

masih dalam pertimbangan sih, tapi pingin bikin bisnis di rumah..dan tulisan kamu pas banget..

makasih....

iksan said...

wah oke juga tipsnya coba ah......

Suprihatin said...

bener juga ide abang. I hobi main gitar eh gak taunya bisa bawa rejeki alis bikin usaha kursus privat

Ani said...

Sebenarnya banyak ya hal2 yang nggak terpikirkan tetapi bisa dibisniskan..

mama alin said...

Setuju mas boedi. Aku mo nyobain ah. Thanks infonya. eh iya, ini blogku
http://keluargasuper.blogspot.com/
http://kerajinankulit.blogspot.com/

barangkali tertarik dengan dompet dan ikat pinggang asli kulit kambing. Harga nanti saya diskon. okay mas ;) selamat berkarya

acy said...

wes mantap :)

Sulae said...

Waahhh manthhabb ni infonya om....

saya mau nanya, kalo bisnis rumahan, berarti rumahnya mesti strategis dong om...kalo gak strategis gimana om?

Oiya om, kalo bisnis warnet gimana om?

Om ada hitung-hitungannya gak om....tapi rugi gak yaa bisnis warnet dengan kondisi PLN seperti ini?

Ini aja baru nyala om, padam 2 hari berturut2 selama 12 jam...hahahahahaha

ZuiYanHong said...

Syabas Budi, teruskan usaha mu.

From : Ycl
http://yuchuilang.blogspot.com/

Hellen said...

info yang baik..... Thx ya mas Budi....

Budi Setiawan said...

buat semua sobat yang udah kasih comment.. makasih yaa.. semoga informasi yang saya sajikan dapat bermanfaat :)

Elsa said...

hhm, paling enak tuh, bisnis di rumah. gak usah kemana-mana. kalo capek tinggal tidur di kamar, gak ngeluarin uang transport... dan gak ada Bos yang marah marahin kita! hehehehe
iya kan?

Lara said...

Hi friend, I finished linking you to my blogs. Pls do the same. Thanks a lot!

http://www.pinaydotus.com
http://www.wanna-be-fil-am-mom.com
http://laradee.blogspot.com
http://laradale.blogspot.com
http://byahengpinay.blogspot.com
http://laradee.wordpress.com

rian said...

wah ini bisa dijadikan referensi buat tugas kewirausahaan ku ni

makasih atas info diatas, hehe

akang dahsyat said...

LUAR BIASA... tulisan menarik dan bermanfaat...]
hatur nuhun Kang...

xero said...

tips yg menarik, itung2 membantu meningkatkan pendapatan rumah tangga.

SpesialWeb said...

Makasih informasinya. Artikelnya mantap dan sangat berguna banget. Salam kenal dan salam sukses.. Mantap bgt

Aku juga lagi ngejalanin perusahaan pembuat website, di antaranya Website Toko Online. Ini linknya: Jasa Pembuatan Websaite/Toko Online