Pages

Google Custom Search Engine

Sunday, November 23, 2008

Tips menjawab 18 pertanyaan tersulit wawancara pekerjaan.


Berikut ini saya paparkan tips menjawab 18 pertanyaan paling umum dan tersulit dalam wawancara pekerjaan (bahkan saya pun pernah mengalami ini :) )

1. Beritahukan kepada kami tentang diri Anda?

Biasanya ini merupakan pertanyaan pembuka, karena itu jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawabnya. Berikan jawaban yang menjawab empat subjek: tahun-tahun terakhir, pendidikan, sejarah kerja, dan pengalaman karir terakhir.

2. Apa yang Anda ketahui tentang kami?

Ketika pertanyaan ini dikeluarkan, anda diharapkan mampu mendiskusikan produk atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyarakat, trget, permasalahan, gaya managemen, orang-orang di dalamnya, sejarah, dan filosofi perusahaan. Berikan jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa Anda meluangkan waktu mencari tahu tentang perusahaan tersebut, namun jangan beraksi seperti Anda tahu segalanya tentang perusahaan tersebut, tunjukan keinginan mempelajari lebih banyak tentang perusahaan tersebut, dan jangan memberikan jawaban negatif seperti "Saya tahu perusahaan anda mengalami problema-problema, itu alasan saya disini". Tekankan keunggulan perusahaan dan minat Anda terhadap hal tersebut.

3. Apa yang dapat Anda berikan pada kami (yang orang lain tidak bisa beri)?

Sebutkan prestasi-prestasi dan jenjang karir yang Anda telah capai. Sebutkan kemampuan dan hal-hal yang menarik perhatian Anda, gabungkan dengan sejarah Anda mencapai hal-hal itu. Sebutkan kemampuan Anda menentukan prioritas, mengidentifikasi masalah, dan

4. Apa yang paling menarik dan yang paling tidak menarik menurut Anda dari pekerjaan ini?

Sebutkan tiga sampai empat faktor menarik dari pekerjaan yang anda hendak ambil dan satu hal kecil sebagai faktor yang kurang menarik.

5. Mengapa kami harus menerima Anda sebagai pegawai di sini?

Pertanyaan ini sama seperti pertanyaan nomor empat, sebutkan saja kemampuan-kemampuan Anda yang mampu mendukung perusahaan tersebut.

6. Apa yang Anda cari di dalam sebuah pekerjaan?

Berikan jawaban yang berkisar pada oportunitas di dalam organisasi. Beritahukan pewawancara kalau Anda ingin memberikan kontribusi dan dikenali. Hindari jawaban yang mempersoalkan kestabilan keuangan pribadi.

7. Menurut Anda, apa definisi dari posisi yang Anda inginkan?

Berikan jawaban yang singkat dan berkisar tentang tugas dan kewajiban. Pastikan Anda mengerti posisi tersebut sebelum Anda hendak menjawab.

8. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami?

Beri jawaban yang realistik. Beritahukan pewawancara bahwa walaupun Anda akan berusaha mengatasi segala harapan dan tantangan dari hari pertama, Anda membutuhkan sekitar enam bulan untuk benar-benar mengerti organisasi perusahaan dan kebutuhannya.

9. Berapa lama Anda akan bersama kami?

Beritahukan pewawancara bahwa Anda tertarik berkarir bersama perusahaan tersebut namun Anda ingin tetap tertantang untuk mencapai target bersama.

10. Dari resume Anda, kami rasa Anda terlalu berpengalaman untuk posisi ini. Bagaimana pendapat Anda?

Ini pertanyaan jebakan. Anda diharapkan untuk tetap rendah hati namun percaya diri dengan kemampuan Anda. Cara terbaik menanganinya adalah menjawab bahwa Anda butuh mengenal perusahaan lebih jauh sebelum dapat dengan efisien bekerja di tingkat yang lebih tinggi.

11. Kenapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang sebelumnya?

Anda sebaiknya menjawab pertanyaan ini dengan jujur namun singkat dan jelas termasuk jika hal tersebut karena Anda dipecat. Namun yang perlu diperhatikan, Anda sebaiknya jangan menyebutkan konflik pribadi. Perlu Anda perhitungkan bahwa pewawancara mungkin akan bertanya banyak soal masalah ini, jangan sampai Anda terbawa emosi.

12. Apa yang Anda rasakan ketika harus meninggalkan pekerjaan Anda?

Beritahu pewawancara bahwa Anda merasa khawatir namun jangan terkesan panik. Katakan bahwa Anda siap menerima segala resiko demi mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk Anda. Jangan menunjukan bahwa Anda lebih mementingkan kestabilan keuangan.

13. Pada pekerjaan Anda sebelumnya, apa yang berkenan dengan Anda? Dan apa yang tidak berkenan?

Berhati-hatilah dalam menjawab pertanyaan ini dan kemukakan hal-hal positif. Deskripsikan lebih banyak hal yang Anda sukai daripada yang Anda tidak sukai. Jangan menyebutkan masalah pribadi. Jika Anda membuat pekerjaan sebelumnya terkesan buruk, pewawancara akan bertanya-tanya mengapa Anda berada disana. Hal ini jelas mengurangi profesionalisme Anda.

14. Apa pendapat Anda tentang bos Anda sebelumnya?

Ini juga pertanyaan yang harus Anda jawab dengan hati-hati. Sebisa mungkin jawablah pertanyaan ini dengan positif karena calon bos Anda akan merasa Anda akan membicarakan hal-hal buruk tentang dia seperti apa yang telah Anda lakukan terhadap bos yang terdahulu.

15. Mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di usia Anda?

Lagi-lagi ini bisa menjadi pertanyaan jebakan. Beritahukan pewawancara bahwa inilah alasan Anda mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Jangan bersikap defensif.

16. Berapa gaji yang Anda minta?

Ini pertanyaan yang mengiurkan, namun pastikan Anda menyebutkan angka kisaran yang Anda yakin merupakan gaji yang pantas atau bertanya pada pewawancara berapa kisaran pada pekerjaan sejenis. Jika Anda diberi pertanyaan ini dari awal wawancara, sebaiknya Anda mengelaknya dengan mengatakan Anda ingin tahu seberapa banyak tanggung jawab yang akan Anda pegang di perusahaan tersebut. Tekankan bahwa Anda lebih mementingkan pekerjaannya namun jangan menjual standar Anda.

17. Apa target jangka panjang Anda?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda lagi-lagi diharuskan meneliti perusahaan tersebut dan mengetahui rencana dan/atau target mereka lalu memberikan jawaban yang singkron dengan milik perusahaan.

18. Seberapa sukses yang Anda rasa telah capai?

Berikan jawaban yang positif dan percaya diri, namun jangan memberikan jawaban yang berlebih. Jangan membuat pewawancara merasa Anda seorang yang suka membesar-besarkan sesuatu.

Diolah dari berbagai sumber

Monday, September 1, 2008

Stop Global Warming! Help Us... Help You!

DO YOU KNOW THAT .....

  • Dengan tidak menancapkan colokan listrik walaupun ketika alat elektronik itu dimatikan, sama dengan menghemat 40-50% biaya listrik yang harus kita bayarkan tiap bulannya....

Dan berarti pula, mengurangi panas yang timbul dari alat elektronik yang merembet ke pemanasan global.

  • Kantong plastik membutuhkan waktu sekitar 10 Abad untuk dapat terurai di TPA(tempat pembuangan akhir). Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap tahunnya di Indonesia.

Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat2 yang tidak semestinya.

  • Apakah anda tahu jika 10kg kertas koran yang siap di jual loakan... itu membutuhkan 1 pohon yang butuh waktu 10 tahun untuk jadi besar. Bayangkan yang terjadi dengan illegal logging... how many trees has been cutdown for you? Imagine how they make the world hotter?
  • Ketika Anda membeli 1 liter air mineral di supermarket, itu sama dengan membeli 5 liter air. Tanya kenapa?

Karena di pabrik, untuk mendinginkan botol plastik panas yang baru dicetak, membutuhkan 5 liter air... cck cck cck...

  • Kode botol apa yang aman digunakan sebagai botol air? Lihat tanda di bawah botol, cari nomor 2,3 atau 4.... selain nomor2 itu... they're not safe, karena sama aja anda makan plastik!!!!
  • Tisue yang uda di pakai itu ngga bisa di recycle... begitu juga karton2 yang bekas kena minyak, makanan, kue, minuman... They're only a waste... yang mau ngga mau tanahlah yang harus merecycle.


Perkiraan orang memakai tisue 6 biji sehari. 2.200 biji setaun. Berarti kira2 44 MILIAR biji seluruh Indonesia setaun... Kalau kita menghemat 1 lembar ajah tiap hari... berarti kita mengurangi sampah kertas sebanyak 7 MILIIAR biji setaon... HEBAT KAN?

  • Be Green on ATM? Pada beberapa ATM kan ada yang bisa ambil uang tanpa harus pake receipt... atau be smart dong... Transfer lewat Internet banking ato mobile banking....

8 MILIAR kali transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas receipt tiap taun adalah salah satu sumber sampah terbesar di dunia.

Kalau selama setaon orang transaksi ngga pake kertas receipt, itu akan menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat melingkari garis equator sampe 15 kali... ccck ccck

  • Minimal punya 2 macam tempat sampah dirumah, membantu mengurangi polusi air, udara dan tanah.

Pisahkan sampah basah (sisa makanan dan masakan, daun, minuman) dan sampah kering ( botol, plastik, kertas, kaca)

Lebih baik lagi kalau anda memisahkan sampah menurut 4 kelas :

  1. Plastik ( pembungkus makanan, kantong kresek, kantong belanjaan)
  2. Rumah tangga ( tulang ayam, sisa capcay, makanan basi)
  3. Kertas (Pembungkus gorengan, popok bayi, tisue yang sudah dipakai)
  4. Buku bekas catatan, kertas2 tagihan, koran, kertas iklan... disendirikan untuk dijual
  5. Logam (kaleng susu, kaleng makanan) dan kaca.


Hanya butuh waktu 2 bulan untuk menjadikan sampah rumah tangga menjadi kompos yang bisa dipakai lagi untuk pupuk tanaman...

  • Polar Bear / Beruang kutub ngga bisa berenang... tapi karena global warming di Kutub Utara, mereka harus berenang 30km untuk mencari es tempat berteduh.

Watch DISCOVERY CHANNEL : PLANET EARTH... pasti nangis deh ngeliat perjuangan seekor beruang kutub yang akhirnya mati karena kelelahan mencari daratan.

Sumber: JakartaGreenOffice2008

Catatan: Buat para sobat sorry nih posting kali ini re-post, soalnya untuk saat ini boeditea lagi "terisolir" untuk sesaat dari aktivitas blogging... hehehehe.. moga2 bermanfaat yaaa

Saturday, June 21, 2008

6 Langkah Memulai Usaha/Bisnis di Rumah

Beberapa langkah-langkah umum untuk dapat memulai bisnis atau usaha di rumah:

1. Mencari ide: ubah kegemaran menjadi peluang berbisnis

Contoh sederhana:

Anda hobi menonton dan mengkoleksi DVD/VCD? Nah .. dengan hobi anda ini maka dapat terbuka peluang usaha Rental/penyewaan DVD/VCD. Dengan demikian maka anda akan dapat menghasilkan keuntungan ganda. Yakni: anda tetap dapat menjalankan hobi menonton film dengan membeli DVD/VCD; di sisi lain anda dapat memiliki penghasilan dengan menyewakannya...

2. Utarakan keinginan Anda pada keluarga di rumah

Komunikasikan keinginan anda pada orang tua, suami, istri, anak-anak, maupun saudara tercinta. Minta persetujuan mereka karena ini sangat penting. Beberapa ruangan (mungkin) akan kehilangan privasinya, sehingga seluruh anggota keluarga rumah harus dapat terbiasa dan memberikan dukungannya.

3. Cari tahu tentang jasa/produk yang ingin Anda jadikan bisnis.

Setelah mantap dengan ide bisnis yang akan dikembangkan, cari tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang patut dihindari. Lakukan riset kecil-kecilan. Contoh: jika anda ingin bisnis pulsa, maka coba terlebih dahulu anda beli pulsa pada penjual pulsa yang menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan rumahnya sebagai tempat usaha. Lakukan pembicaraan ringan tentang bagaimana perjalanan usahanya, dari mulai menjalankan sampai dengan hambatan-hambatan yang ditemukan.

4. Membuat rencana bisnis (business plan)

Duduklah dengan tenang dan mulailah membuat business plan.

Apa dan bagaimana yang harus dilakukan untuk dapat menjalankan bisnis tersebut?

Perkirakan kebutuhan biaya

Perkirakan margin keuntungan yang akan dihasilkan

Semua itu harus direncanakan berdasarkan waktu. Kapan akan dimulai, kapan kira-kira akan balik modal, sampai hal terkecil yakni jam berapa kita akan membuka dan menutup usaha setiap harinya.

5. Pemasaran

Anda dapat melakukan pemasaran secara sederhana maupun yang lebih kompleks. Dimulai dari pemasaran dari mulut ke mulut (mulai dari saudara, tetangga, teman), pemasangan media luar ruang (pamflet, spanduk), sampai dengan pemanfaatan teknologi informasi (internet, blog, dll).

6. Izin Usaha

Demi kenyamanan dan keamanan bisnis kita, maka terlebih dahulu kita harus memiliki izin usaha dari instansi terkait. Tapi untuk anda yang memiliki rumah yang masih berada di wilayah perkampungan/pedesaan, maka hal ini tidak mutlak diperlukan. Biasanya ini diperlukan pada rumah yang berada pada kawasan perkotaan.

Catatan dari Kang Boeditea:

Ok dah mulai tertarik nih untuk berbisnis di rumah??? Jangan cuma tertarik..!! fikirkan dan renungkan sejenak.. kemudian LAKUKAN SEKARANG ATAU ORANG LAIN YANG AKAN MENDAHULUI DAN MENGAMBIL IDE ANDA!!! Maka penyesalan menjadi tiada arti...

Yang terpenting lagi adalah mental dan kesabaran untuk tidak terlalu cepat mengharap untung, belajar dari pengalaman dan kesalahan, selalu jaga/pelihara kepuasan konsumen. Kepuasan pelanggan/konsumen tercapai pada saat terjadinya pembelian ulang (repeat order).

Sumber: diolah dari Priandarini, Lucia. Panduan Lengkap Memulai dan Mengelola Usaha di Rumah. Transmedia. Jakarta. 2007